Kamis, 16 Agustus 2018

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Indonesia menyatakan kesiapannya mengelola dan menjaga produktifitas Blok Mahakam.

Menurut Direktur Utama PHI, Bambang Manymayoso, Pertamina optimis bisa menjaga tingkat produksi di Blok Mahakam, dimana sampai saat ini telah melakukan pengeboran 11 sumur di Tunu dan Handil Field, dari 15 sumur yang akan dibor Pertamina hingga tahun 2018, Kamis, 9 November 2017.

Untuk mendukung pengeboran tersebut, Pertamina Hulu Indonesia telah menginvestasikan dana sebesar US$ 160 juta. Melalui Blok Mahakam, Pertamina yakin bisa memberikan tambahan kontribusi sebesar 24 persen dari total produksi minyak dan gas bumi nasional.

PHI telah menyiapkan berbagai strategi untuk tetap menjaga produksi migas dengan memastikan keberlangsungan kegiatan pemboran dan Well Intervention di wilayah kerja Mahakam pada saat peralihan dari Total E&P Indonesie (TEPI) ke Pertamina pada 1 Januari 2018. Pengelolaan blok Mahakam nantinya akan dilaksanakan oleh Pertamina Hulu Mahakam yang merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Indonesia.

Pertamina sebelumnya pernah mengelola blok migas paska terminasi antara lain ketika Pertamina mendapatkan hak operatorship untuk lapangan Offshore North West Java – ONWJ pada tahun 2009.

Setelah lima tahun berjalan, blok di Pantai Utara Jawa Barat tersebut mencatatkan tren peningkatan produksi hingga 12 persen, yakni dari 23.1 MBOPD pada tahun 2009, menjadi 40.3 MBOPD.

Begitu pula dengan pengelolaan blok West Madura Offshore (WMO) yang diambil alih dari Kodeco pada 2011. Dalam kurun waktu empat tahun, Pertamina mampu meningkatkan produksi sebesar 14 persen, yakni dari 13.7 MBOPD di tahun 2011 menjadi 20.3 MBOPD.

 

 

 

 

Jurnalis Video: Caesar Akbar

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra