TEMPO.CO, Serang: Pasca dibekukan sementara operasional Ojek Online di Kota Serang oleh Pemerintah Kota Serang, gesekan antara pengemudi ojek pangkalan dengan ojek online di Kota Serang terjadi.  Mulai dari sweeping, pelepasan atribut oleh ojek pangkalan terhadap ojek online, dan terakhir pembakaran jaket ojek online yang dilakukan oknum ojek pangkalan di Pakupatan, Kota Serang.

Menanggapi peristiwa tersebut ratusan pengemudi Ojek Online se-Provinsi Banten melakukan aksi damai di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Rabu siang, 15 Novemeber 2017. Ratusan pengemudi ojek online se Provinsi Banten berkumpul untuk membuat kesepakatan bersama, untuk tidak melakukan aksi balasan terhadap apa yang telah menimpa rekan – rekan mereka. Ratusan pengemudi ojek online ini menyepakati untuk tetap menjaga kondusifitas di Kota Serang.

Selain menyepakati untuk menjaga kondusifitas, ratusan pengemudi ojek online ini juga bersepakat untuk tidak beroperasi sementara, sesuai surat pemberhentian sementara yang telah dilayangakan Pemkot Serang terhadap penglola ojek online. Kesepakatan itu untuk menghargai keptusan Pemerintah Kota Serang.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, menyesalkan adanya aksi sweeping dan pembakaran jaket ojek online yang dilakukan oleh oknum ojek pangkalan pasca dibekukannya ojek online oleh Pemkot Serang. Polisi akan menindak tegas terhadap siapapun yang melakukan perbuatan melawan hukum, baik dari pihak ojek pangkalan maupun ojek online .

 

 

 

Jurnalis Video: Darma Wijaya

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra