TEMPO.CO, Jakarta - Ketua DPR Setya Novanto, menjalani pemeriksaan perdana pasca penahanan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, 21 November 2017. Setya Novanto, diperiksa sebagai tersangka terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara Nasional (KTP Elektronik).

Novanto merupakan tersangka keenam dalam kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP. Novanto hadir sekitar pukul 10.35 WIB di gedung KPK Jakarta Selatan menggunakan rompi oranye, rompi tahanan khas tahanan kasus korupsi.

Sebelumnya, KPK sempat memanggil Novanto untuk diperiksa sebagai tersangka pada 15 November, namun Ketua Umum Partai Golkar tersebur mangkir. Alhasil, KPK menjemput paksa Novanto pada malam harinya. Namun KPK gagal menjemput paksa karena Novanto tidak berada di rumah kediamannya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selang sehari, Setya dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas. Maka, pada Jumat, 17 November 2017, KPK resmi mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap Novanto yang saat itu tengah dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Selang beberapa saat setelah Setya Novanto datang, kuasa hukumnya Fredrich Yunadi juga menyusul hadir, Frederich enggan berkomentar kepada para awak media dan langsung masuk ke gedung KPK.

Dalam kesempatan itu, Petugas kepolisian dari Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya turut hadir untuk memeriksa Setya Novanto sebagai saksi dalam kasus kecelakaan yang menimpa dirinya beberapa hari lalu. Menurut AKP Didiek saat ini pemeriksaan belum bisa dilakukan karena Setya Novanto masih dalam kondisi sakit.

 

 

 

 

 

Jurnalis Video: Imam Sukamto

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra