TEMPO.CO, Jakarta - Perbaikan jalan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur, diperkirakan bakal tersendat atau selesai dalam waktu lama. Hal ini terkait dengan pencabutan penyertaan modal daerah (PMD) untuk BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya sebesar 125 miliar, oleh Gubernur Anies Baswedan, dalam Rancangan APBD DKI Jakarta 2018.

Menurut salah satu penjaga gudang di Pasar Induk Cipinang, Hidayat, bahwa selama lebih dari 10 tahun ia bekerja di Pasar Induk Cipinang, jalan di depan gudang beras tempatnya bekerja belum pernah sama sekali diperbaiki. Jalan tersebut tidak beraspal, hanya diuruk dengan pasir dan batu. Alhasil truk-truk dengan kapasitas 30 – 40 ton yang melewati jalan tersebut terhambat. Hidayat mengungkapkan bahwa rusaknya jalan di Pasar Induk Cipinang menyebabkan jalan menjadi tergenang air saat hujan dan becek sehingga truk-truk yang akan masuk ke pasar mengalami kesulitan. Kalau terjadi banjir, air masuk ke dalam gudang dan menyebabkan beras di gudang menjadi basah. Sebaliknya, saat kemarau, debu-debu beterbangan yang di beras-beras yang diangkut truk.

Jurnalis Video: ZUL’AINI FI’ID N

Editor: Farah Chaerunniza