Kamis, 21 Juni 2018

TEMPO.CO, Jakarta - Robot Pembunuh kedengarannya seperti sesuatu yang hanya ada di film horor fiksi ilmiah. Tapi dengan kemajuan teknologi, senjata yang sepenuhnya otonom suatu saat bisa menjadi kenyataan.

Senjata otonom yang menggunakan kecerdasan buatan untuk memilih sasaran kini sudah dikembangkan, yang bertujuan untuk mengurangi biaya dan risiko pada diri tentara manusia, sekaligus meningkatkan kecepatan dan efisiensi. Tidak seperti drone, yang dioperasikan oleh manusia, robot pembunuh ini memiliki kemampuan dan kemampuan pengambilan keputusan sendiri untuk bertindak.

Senjata otomatis ini sepenuhnya akan mampu bertindak tanpa campur tangan manusia. Mereka digambarkan sebagai revolusi ketiga dalam peperangan, setelah mesiu dan senjata nuklir. Beberapa ilmuwan terkemuka di dunia percaya bahwa senjata otonom sepenuhnya menimbulkan ancaman yang tidak dapat diterima oleh manusia dan dapat memicu perlombaan senjata kecerdasan buatan.

Pada bulan April 2013, sekelompok organisasi non-pemerintah meluncurkan Campaign to Stop Killer Robots, sebuah koalisi internasional yang bekerja untuk melarang senjata otonom sepenuhnya. Sementara itu Komite Internasional untuk Pengendalian Senjata Robot mengkampanyekan penggunaan robotika dan peraturan senjata robot secara damai.

Videografis: STÉPHANE KOGUC, KATHERINE LEVY SPENCER / AFP VIDÉOGRAPHIC / AFP

Editor: Zulfikar Epriyadi