Jumat, 23 Februari 2018

Jokowi Ibaratkan Kelapa Sawit Emas Hijaunya Indonesia

Videografer:

M Julnis Firmansyah


Editor:

Ridian Eka Saputra

Senin, 27 November 2017 19:24 WIB

TEMPO.CO, Medan - Presiden Joko Widodo mengatakan tanaman kelapa sawit merupakan emas hijau untuk Indonesia. Jokowi mengklaim, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

Jokowi menjelaskan, kelapa sawit yang merupakan bahan baku dari sabun, kosmetik, minyak goreng, farmasi, dan bahkan saat ini sedang dikembangkan untuk bahan biodiesel, harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Ia mengakui, saat ini produksi kelapa sawit Indonesia masih rendah karena lemahnya kemampuan petani dalam pengelolaan. Oleh sebab itu, dia meminta kepada Menteri Perekonomian Darmin Nasution untuk membantu petani sawit meremajakan pohon sawit milik rakyat.

Dari total 11,9 juta hektare lahan sawit di Indonesia, 4,6 juta hektare itu milik rakyat. Khusus untuk di Sumatera Utara, dari total 470 ribu hektare, yang perlu diremajakan sebanyak 350 ribu hektare.

Jokowi berjanji akan menuntaskan peremajaan tersebut dengan berbagai cara, yang salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Dari program ini, ia mengklaim, sudah memulainya di Banyu Asin dengan luas lahan 4.100 hektare.

Dengan adanya program ini, Jokowi berharap ke depannya perawatan, pemeliharaan, dan peremajaan kelapa sawit dapat lebih meningkat. 

Ditemui di lokasi yang sama, Corporate Secretary BRI Hari Siaga Amijarso, menjelaskan pihaknya akan menyalurkan KUR dengan bunga 7 persen kepada 12 Kabupaten di Wilayah Provinsi Sumatera Utara dengan total luas lahan 9.109,29 hektare.

Menurutnya, pembiayaan peremajaan kebun kelapa sawit, yang difasilitasi oleh Bank BRI, merupakan pelengkap kekurangan biaya peremajaan dana hibah Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit yang hanya sebesar Rp 25 juta per hektare.

 

 

 

Jurnalis Video: M Julnis Firmansyah
Editor: Ridian Eka Saputra