TEMPO.CO, Bandung - Guru-guru di kawasan terdampak bencana banjir memiliki cara lain untuk lebih memaknai peringatan Hari Guru. Setelah sehari sebelumnya bergotong royong bersama warga dan murid untuk membersihkan akses masuk sekolah pasca banjir surut, Hari ini, para guru di dua sekolah yaitu SDN Dayeuhkolot VII dan X menggelar kelas-kelas lesehan untuk mengejar materi pelajaran yang terhambat saat kedua sekolah ini terendam banjir.

Kedua sekolah ini terendam banjir lebih dari 1,5 meter selama dua pekan lebih. Ini merupakan kali pertama mereka belajar kembali di gedung sekolah. Mereka menggelar karpet pembagian dari Kementerian Sosial di emperan kelas atau di beberapa kelas kusam yang sudah mulai mengering.

Menurut salah seorang guru, beberapa kelas masih lembab dan beraroma tak sedap, jadi ada yang terpaksa belajar di emperan sekolah yang kering. Guru lain meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan penanganan di sekolah-sekolah di kawasan rawan bencana. Para murid juga antusias mengikuti pelajaran kendati dengan fasilitas serba minim dan cahaya ruangan yang redup.

 

 

 

Jurnalis Video: Prima Mulia

Editor/Narator: Ridian Eka Saputra