Ambrolnya tebing Talud sungai Winongo, Jlagran, Pringgokusuman, Gedongtengen, Yogyakarta menelan tiga korban jiwa, sekitar pukul lima sore. Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua korban yang tertimbun longsoran talud sungai Winongo.

 

Dua korban yang ditemukan yakni Ambar dan Aurora sudah dalam kondisi meninggal dunia tertimbun longsoran tanah. Sementara itu, hingga selasa petang Tim SAR gabungan masih terus berupaya untuk melakukan evakuasi lanjutan guna menemukan satu korban yakni Barjono yang masih tertimbun. Barjono dan Ambar sendiri merupakan kakek dan Nenek dari korban Aurora yang masih berumur 3 bulan.

 

Sementara Meida, ibu sang balita yang menjadi korban syok dengan kejadian tersebut. Awal kejadian dirinya sendiri juga berada di dalam rumah, kemudian anaknya Aurora dibawa oleh Ambar dan dibawa masuk kamar tidur, Meida sendiri pun tak menduga akan ada longsoran talud yang kejadiannya begitu cepat.

 

Sementara itu, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, Agus Winarto mengatakan, kendala saat proses evakuasi korban selain medan yang cukup sulit juga dikarenakan faktor rumah yang tertimpa material reruntuhan tersebut memang sudah rapuh, apabila terlalu banyak getaran dimungkinkan akan terjadi longsor susulan.

 

Tim SAR gabungan terpaksa menghentikan proses evakuasi korban tertimbunya longsoran talud sungai Winongo, Selasa malam, meski satu korban masih belum berhasil ditemukan. Dihentikannya proses evakuasi tersebut dikarenakan kondisi cuaca di lokasi kejadian kembali diguyur hujan deras, serta mengingat keselamatan untuk tim yang bertugas. Rencana evakuasi akan dilanjutkan pada Rabu pagi.

 

Jurnalis video: Hand Wahyu
Editor/Narator: Ryan Maulana