TEMPO.CO, Jakarta : Iklan Kartini yang mencari sahabat pena di sebuah majalah pergerakan feminisme di Belanda, dijawab oleh Estelle Stella Zeehandelaar, seorang aktivis feminis Belanda.Sejak saat itu, dimulailah korespondensi panjang dan intens di antara dua perempuan berpikiran maju dari dua negeri yang berbeda.Hubungan itu membuka jalan bagi si gadis Jepara dalam pingitan untuk berkenalan dengan tokoh-tokoh feminis dan Politik Etis di Negeri Kincir Angin, termasuk J.H. Abendanon dan istrinya, Rosa Manuela Abendanon-Mandri.Bagaimana perjalanan hidup seorang Raden Ajeng Kartini dari masa kecil hingga akhir hayatnya? Pantaskah beliau menyandang gelar pahlawan nasional negeri ini?Saksikan selengkapnya program Cover Tempo hanya di Aora TV saluran 918, setiap hari Selasa pukul 22.00 WIB.