Senin, 18 Juni 2018

Ketua Umum DPP Pengusaha Muda Indonesia, Sam Aliano, mengatakan bahwa dirinya merasa tersinggung dan terhina atas siaran sebuah stasiun televisi nasional, yakni Metro TV. Sam sebagai salah satu peserta aksi reuni alumni 212 melaporkan ke Metro TV ke kantor Penyiaran Indonesia (KPI) di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa, 3 Desember 2017.  Pelaporan Sam Aliano terkait dengan siaran Metro TV tentang reuni alumni 212, yang menurut Sam, berisikan narasi yang berbunyi: Peserta aksi reuni 212 adalah kaum intoleransi yang merayakan kemenangan dari praktek intoleransi. Sam mengaku tidak merasa sebagai kaum intoleran.

 

Pada kesempatan itu, Sam mengharapkan respon dari pihak Metro TV. Secara pribadi sebagai pengusaha ia juga malu kepada kolega dan karyawannya.

 

Sam datang ke kantor KPI sembari membawa barang bukti berupa flashdisk berisi materi siaran yang ia permasalahkan serta beberapa buah foto. Foto tersebut salah satunya memperlihatkan rekannya yang bukan kaum muslimin namun ikut aksi reuni 212.

 

Sementara itu, KPI, yang diwakili oleh Wakil Ketua Komisi, S. Rahmat M. Arifin, menyatakan bahwa keberatan Sam akan dikaji lebih lanjut.

 

Reuni alumni 212 pada Sabtu, 2 Desember 2017, merupakan aksi untuk memperingati aksi 212 Desember 2016 lalu, yang digelar berbagai ormas Islam untuk memprotes Gubernur DKI Jakarta waktu itu, Basuki Tjahaja Purnama, yang dinilai menistakan agama.

 

Jurnalis video: Maria Fransisca

Editor/Narator: Maria Fransisca