Minggu, 18 November 2018

TEMPO.CO, Serang - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Kamis Siang, 7 Desember 2017 meninjau kondisi SD Negeri Sadah, di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Sekolah yang berdiri dilahan bekas tempat kandang kerbau, bekas dapur warga, dan menumpang di bangunan Sekolah Madrasah. Retno menilai SD Negeri Sadah, Ciruas, Kabupaten Serang Banten tidak memenuhi delapan indikator standar minimal pendidikan sehingga dikategorikan tidak layak.

SD Negeri Sadah hanya ada enam ruang dengan ruang terpisah dan ada dua ruang kelas yang semi permanen. 98 murid SD Negeri Sadah dan guru menggunakan satu kamar kecil, Apalagi bangunan semi permanen yang digunakan murid kelas III dan V berdekatan dengan kandang bebek, tidak ada kantor dan perpustakaan, sedangkan ruang guru menggunakan darpur warga.

Retno berjanji akan melakukan analisis dan mengirimkan surat rekomendasi secara resmi, kepada Kementrian Pendidikan, Gubernur Banten, dan Bupati Serang. Surat Rekomendasi perihal dorongan kepada pemerintah untuk segera melakukan pembebasan lahan dan membangun ruang belajar yang layak untuk murid SD Negeri Sadah. KPAI juga akan mendorong pemerintah Pusat dan Pemprov Banten untuk membantu Pemerintah Kabupaten Serang untuk membangun Gedung Sekolah yang layak.

SD Negeri Sadah, di Desa Kaserangan, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang Banten termasuk salah satu sekolah milik pemerintah yang kondisinya masuk dalam kategori darurat, karena tidak layak untuk belajar bagi para murid. Momentum pemberitaan tentang SD Negeri Sadah harus dijadikan momentum bagi semua pihak membenahi pendidikan.

 

 

 

 

Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra