TEMPO.CO, BREBES – Menikmati liburan di tempat yang sejuk dan adem tidak harus dilakukan di obyek wisata yang berada daerah pegunungan atau dataran tinggi. Bahkan, di wilayah pesisir yang umumnya memiliki cuaca panas pun kita bisa menikmati suasana sejuk dan asri. Di Brebes, ada obyek wisata yang cocok, berupa hutan mangrove, untuk ngadem bersama sahabat, keluarga ataupun sanak saudara.

Terletak di Desa Kaliwlingi, Brebes, Obyek Wisata Hutan Mangrove Pandansari beberapa bulan terakhir ini menjadi destinasi favorit penikmat rekreasi. Mereka sengaja datang dari luar kota untuk menikmati rimbunnya tanaman bakau yang sudah ada sejak tahun 2000 itu.

Untuk sampai ke lokasi, Anda harus naik perahu dengan kapasitas enam sampai 10 orang yang disediakan pihak pengelola. Selama 15 menit perjalanan perahu, kita akan menyisir di antara pohon mangrove yang hijau. Jika sudah sampai dermaga, kita akan disambut tulisan Dewi Mangrovesari berwarna hijau. Di sanalah Anda bisa memulai menjelajahi hutan mangrove seluas 25 hektare.

Mahadi, 46 tahun, koordinator pengelola hutan mangrove Brebes mengungkapkan, sebelum jadi obyek wisata, kawasan Pandansari di Desa Kaliwlingi hanyalah tambak ikan. Lahan seluas 1.100 hektare itu pada dekade 1990-an terkena dampak abrasi yang membuat tambak tenggelam. Mashadi lalu mengajak masyarakat setempat untuk menanam mangrove untuk mencegah abrasi meluas hingga permukiman penduduk. Tak hanya rimbunan pohon bakau yang bisa dinikmati di sana. Tapi juga banyak area untuk berswafoto, yang tentu instagramable.

Anda juga tak perlu khawatir kelaparan atau kehausan, di sana sudah ada 70-an warung yang tersebar di berbagai sudut yang menyediakan aneka makanan dan minuman. Untuk bisa masuk ke areal hutan mangrove, kita hanya cukup merogoh kocek Rp 15 ribu per orang. Saat hari libur, tarifnya bisa naik jadi Rp 20 ribu per orang.

Salah seorang pengunjung, Bayu Setiawan, 35 tahun, mengaku sengaja dari Kota Tegal untuk menikmati liburan. Menurutnya, wisata hutan mangrove bisa jadi wisata alternatif di wilayah pesisir.

Jurnalis Video: MUHAMMAD IRSYAM FAIZ?

Editor: Farah Chaerunniza