TEMPO.CO, Palembang - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan harga tiket kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Palembang hanya sekitar Rp 5000. Menurut dia, pemerintah akan sepenuhnya memberikan subsidi agar harga tiket bisa dijangkau oleh masyarakat. Hal itu bertujuan agar masyarakat mau menggunakan LRT, sehingga mengurangi penggunaan mobil dan roda dua.

Budi meninjau langsung progres pembangunan proyek LRT yang rencana siap digunakan pada gelaran Asian Games, Agustus 2018 mendatang. Proyek yang menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun jamak 2016-2018 mencapai Rp 10,9 triliun. Saat ini proyek tersebut sudah rampung hingga 77 persen. Ditargetkan, akan rampung 80 persen pada akhir 2017 dan bisa dilakukan uji coba sekitar Februari 2018.

Proses pembangunan jalur LRT sendiri sudah dimulai sejak 21 Oktober 2015 dan ditargetkan dapat beroperasi penuh pada Juni 2018, atau dua bulan menjelang pelaksanaan ajang olahraga terbesar se-Asia itu. Jalur LRT membentang sepanjang 23,4 kilometer dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II ke Kompleks Olahraga Jakabaring, hingga Depo LRT yang berada di Ogan Permai Indah, Kabupaten Banyuasin.

Adapun harga tiket sebesar Rp 5000 ini jauh berkurang dari perkiraan yang pernah disampaikan Budi pada pertengahan Mei 2017. Saat itu, ia memperkirakan harga tiket akan berada di kisaran Rp 7000 hingga Rp 8000 per orang.

Namun penentuan harga tiket ini, kata Budi, masih terus dibicarakan. Namun, Ia memastikan belum ada rencana pemerintah untuk melakukan komersialisasi terhadap sarana LRT ini nantinya.

 

 

 

Jurnalis Video: Fajar Pebrianto
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra