TEMPO.CO, Banten - Satu tahun, warga di Lingkungan Kampung Babakanseri, RT 06 RW01, Kelurahan Tamansari Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon Banten diresahkan dengan keberadaan satu ekor monyet betina yang berkeliaran diatap rumah warga. Sedikitnya 16 anak – anak di Kampung tersebut telah menjadi korban serangan monyet abu – abu ekor panjang. 16 anak korban serangan monyet, mengalami luka gigitan pada bagian kaki.

Beruntung warga sigap membawa anak – anak korban serangan monyet, ke puskesmas untuk mendapat perawatan medis agar tidak terkena rabies.Monyet yang berkeliaran diatap rumah warga ini menyerang, jika monyet merasa tidak nyaman dengan keberadaan anak – anak yang melintas. Selain menyerang anak – anak, warga juga resah monyet betina ini kerap mengambil makanan warga.

Akibat sering menyerang anak – anak, warga setempat melaporkan keberadaan monyet liar itu kepada petugas BKSDA Jawa Barat Seksi I Serang.

Petugas yang datang ke lokasi untuk menangkap monyet betina cukup kerepotan. Butuh waktu tiga hari untuk  menjerat monyet masuk perangkap yang sudah disiapkan.

Pada selasa petang, 12 Desember 2017 petugas BKSDA dan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Kota Cilegon berhasil menangkap monyet bertubuh gempal itu. Monyet ditangkap berkat bantuan bocah 13 tahun bernama Santi yang memancing monyet dengan umpan makanan didalam perangkap besi.

Dari keterangan petugas BKSDA Serang, Uday Udaya, monyet betina yang diperkirakaan berusia lima tahun itu berkeliaran diatap rumah warga setelah lepas dari pemiliknya.

Rencananya monyet abu – abu ekor panjang ini akan dilepas liarkan petugas ke Cagar Alam Rawa Danau, Kabupaten Serang Banten.

 

 

 

Jurnalis Video: Darma Wijaya
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra