Pemerintah DKI Jakarta menutup Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dari angkutan umum dan kendaraan pribadi. Satu lajur jalur pun digunakan untuk pedagang kaki lima (PKL). Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan angkutan massal bus Transjakarta.

Bus pengumpan yang tak dipungut biaya alias gratis yang diberi nama Tanah Abang Explorer itu beroperasi sejak Jumat, 22 Desember 2017, setiap hari dari pukul 8 pagi hingga 6 sore. Bus ini hanya melaju di kawasan Pasar Tanah Abang dengan enam halte, yakni Stasiun Tanah Abang, Blok G, Blok B,Tanah Abang AURI, Blok E, dan Flyover Jati Baru. Setelah itu kembali lagi ke Stasiun Tanah Abang.

Pada hari pertama penutupan jalan, Jumat kemarin, terlihat pengunjung Pasar Tanah Abang antusias mencoba bus pengumpan Transjakarta Tanah Abang Explorer. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga sudah turut mencoba bus ini. Salah seorang pengunjung Pasar Tanah Abang, Misriati, 56 tahun, mengaku senang dengan adanya bus ini. Kemunculan bus berwarna merah yang belum pernah ia lihat sebelumnya di samping Stasiun Tanah Abang, membuatnya sempat terheran-heran.

Pramudi bus Transjakarta, Marlon Bernando, menjelaskan bus tidak bisa berhenti di sembarang tempat. Pada dinding bagian atas juga terdapat papan informasi berwarna biru yang tertulis nama tempat pemberhentian: Stasiun Tanah Abang, Blok G, Blok B, Tanah Abang AURI, Blok E, dan Flyover Jati Baru.

Meski bus tersebut gratis bagi pengunjung Pasar Tanah Abang, namun pihak Transjakarta tetap memberi tanda bukti berupa karcis. Setiap bus Tanah Abang Explorer terdapat petugas onboard yang salah satu tugasnya membagikan karcis. Namun ke depan, calon penumpang harus membayar menggunakan kartu dan melakukan tapping pada alat di sebelah pramudi.