TEMPO.CO, Yogyakarta - Terkait kasus pembakaran Alquran di Kulonprogo, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, dan juga Kemenag RI Kulonprogo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu negatif serta provokasi yang berpotensi memperluas masalah. Pemda bersama aparat kepolisian telah menangani kasus tersebut.

Meski belum diketahui identitas pelaku pembakaran, dari perilaku saat dikejar, diduga pelaku seorang perempuan belia yang mengalami gangguan mental.

Peristiwa pembakaran Alquran oleh orang tak dikenal di sebuah masjid di Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta menarik perhatian banyak pihak tak terkecuali pemerintah daerah setempat, forum kerukunan umat beragama, hingga Polres Kulonprogo.

Selasa lalu, ditemukan 25 Alquran terbakar hingga hangus di toilet masjid di Siluwok. Selain itu, ditemukan juga sajadah dan mukena di dalam kamar mandi.

Kejadian pembakaran Al quran terjadi pada Selasa siang saat warga sedang salat dhuhur. Melihat kepulan asap dari salah satu kamar mandi di samping masjid, tamkir masjid mematikan aliran listrik. Saat kamar mandi didekati terlihat seorang perempuan di dalamnya dan melarikan diri ketika didekati.

Namun saat hendak diamankan warga, perempuan tersebut justru memperlihatkan perilaku ganjil dengan menyingkapkan rok dan mempertontonkan kepada warga yang tengah mengejar. Warga pun mengurungkan niatnya setelah melihat gejala-gejala gangguan mental dan jiwa pada perempuan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Kulonprogo bersama beberapa pihak terkait terus melakukan penelusuran terhadap kejadian tersebut dan mengusut tuntas karena dianggap gawat dan rawan dengan isu negatif. Hubungan antarumat beragama di Kulonprogo selama ini sudah terjaga dengan baik dan harmonis. Pemerintah kabupaten mengimbau masyarakat tenang, tidak mudah terpancing emosi, agar hubungan antar-umat beragama makin erat.

Pemerintah daerah akan memfasilitasi kondisi mental psikologi pelaku. Jika sudah dapat diidentifikasi, dan pelaku terbukti mengalami gangguan jiwa, pembuktian harus berdasarkan surat dokter dari rumah sakit pemerintah.

Jurnalis Video: Hand Wahyu
Editor: Ngarto Februana

Saksikan juga: Dicurigai Pelaku Pembakaran Alquran, Wanita Ini Pertontonkan Sesuatu