Sabtu, 26 Mei 2018

TEMPO.CO, Yogyakarta - Hujan deras yang mengguyur Gunungkidul, Yogyakarta, sejak Kamis malam, 11 Januari 2018, membuat sejumlah wilayah tergenang air. Banjir kali ini memutus akses jalan antar-kecamatan hingga menggangu proses belajar mengajar.

Banjir yang terjadi di kabupaten terluas di Daerah Istimewa Yogyakarta ini bukan kali pertama. Pada November 2017 lalu banjir akibat sikon tropis Cempaka melanda wilayah tersebut.

Sejumlah akses jalan yang menuju kantor Kecamatan Semanu serta jalan menuju sekolah terputus. Warga terpaksa memutar sejauh puluhan kilometer untuk melakukan aktivitas.

Salah satu warga, Jumingan, mengatakan, banjir kali ini terjadi akibat meluapnya Telaga Sureng. Telaga yang membelah kecamatan meluap akibat tingginya intensitas hujan. Warga pun untuk beraktivitas terpaksa harus melewati jalan lain yang jaraknya lebih jauh.

Akibat terputusnya jalan di wilayah tersebut, puluhan siswa sekolah Dasar dan taman kanak-kanak terpaksa harus mengikuti proses belajar di masjid. Akses yang biasa mereka lewati terendam banjir dengan ketinggian setengah meter hingga satu meter.

Siswa terpaksa belajar di masjid yang berada di wilayah setempat. Dengan pendampingan para relawan, siswa tetap serius mengikuti jalanya proses belajar-mengajar.

Selain Kecamatan Semanu, banjir dan pohon tumbang juga sempat menggenangi sejumlah wilayah lain di Gunungkidul, di antaranya di kawasan obyek wisata Pantai Kukup, kawasan wisata minat khusus Kali Suci.

Jurnalis Video: Hand Wahyu
Editor: Farah Chaerunniza