TEMPO.CO, Jakarta: Buku \"Banten Bangkit\" karya 26 tokoh muda Banten yang diterbitkan \"Rumah Dunia\" melalui Gong Publishing, ikut meramaikan pesta buku Jakarta. Buku yang digagas untuk kado ulang tahun ke-10 provinsi Banten pada Oktober 2010 ini menjadi inspirasi untuk kebangkitan kembali tradisi menulis di Banten. Buku \"Banten Bangkit\' (Saatnya Otak Bukan Otot) tersebut, adalah buku yang berisikan kumpulan 26 untaian hati tokoh muda Banten sebagai ungkapan dan pandangan mereka, ingin membuka hati bersih dan tujuan baik demi membangun Banten, agar lebih baik di masa yang akan datang.Beberapa tokoh muda Banten lainnya dari berbagai kalangan dan profesi dengan sudut pandang tulisan yang berbeda-beda juga turut mengapresiasikan diri sebagai bentuk kepedulian terhadap perkembangan provinsi Banten. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan pembacaan puisi oleh Toto ST Radik dan Rahmat Heldy HS. Judul 'Saatnya otak bukan otot' ini lahir karena adanya stigma Banten sebagai daerah jawara, maka melalui peluncuran buku 'Banten Bangkit' stigma seperti itu dapat dihancurkan, yaitu dengan mengabarkan kepada orang-orang di luar Banten bahwa masyarakat Banten mampu menggunakan otak bukan hanya sekedar otot.Video Journalist : DWI OKTAVIANE