Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Sidomulyo bersatu dan Peduli Sidomulyo mendatangi balai Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta. Kedatangan warga tersebut ingin mengungkapkan kemarahannya karena jalan kabupaten sepanjang belasan kilometer rusak parah akibat aktivitas pertambangan.

Walaupun sudah dihalau oleh aparat keamanan, namun ratusan warga ini tetap merangsek masuk ke dalam balai desa dengan kendaraan mereka, satu persatu warga melakukan orasi menagih janji kepada para penambang untuk memperbaiki akses jalan kabupaten.

Para warga pun membentangkan puluhan poster menuntut pemerintah untuk bertindak dan meminta pertanggungjawaban para penambang. Selain poster mereka juga membawa boneka pocong sebagai bentuk simbol kemarahan warga karena tak ada kejelasan mengenai perbaikan jalan yang berlubang hingga 10 kilometer lebih itu.

Warga yang melintasi jalan berlubang dan bergelombang menggunakan motor harus zigzag menghindar dan bergantian melintas jika ada kubangan air yang menghabiskan aspal jalan. Kondisi jalan pun semakin parah saat warga melintas pada malam hari karena penerangan yang terbatas.

Lima pertambangan batu yang beroperasi di Desa Sidomulyo akhirnya mau menerima tuntutan warga dan segera memperbaiki jalan dengan mengecor, menunggu spesifikasi yang diberikan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kulonprogo.

Jurnalis video: Hand Wahyu
Editor/Narator: Ryan Maulana