TEMPO.CO, Tangerang - Selama empat tahun Badan Karantina Kementerian Pertanian tidak bisa mengekspor buah manggis ke Tiongkok. Kendala ini lantaran adanya diskriminasi seperti terbawanya organisme pengganggu tumbuhan (OPT) berupa serangga hidup, di antaranya kutu putih dan semut.
Setelah melewati negosiasi yang panjang serta melayangkan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) pada Oktober 2016 lalu, kini pemerintah Indonesia melalui Badan Karantina Pertanian kembali mengekspor buah manggis ke negara tersebut.

Sebanyak satu ton buah manggis asal Subang, Jawa Barat, diekspor ke Tiongkok melalui Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis 18 Januari 2018.

Walau demikian, pihak otoritas setempat yakni Administration of Quality Supervision Inspection and Quarantine (AQSIQ) meminta kepada Badan Karantina Pertanian Indonesia untuk mengekspor buah manggis sebanyak dua ribu ton sebelum perayaan Imlek.

Kepala Badan Karantina Pertanian Indonesia Banun Harpini menjelaskan bahwa ini adalah ekspor perdana buah manggis Indonesia ke Tiongkok secara langsung, setelah sekitar empat tahun berusaha memasukkan buah manggis Indonesia ke Tiongkok.

Dibukanya kembali ekspor buah manggis ke negara tersebut menjadi peluang untuk menambah volume ekspor buah serta mendorong para petani untuk berproduksi buah dengan standar ekspor dan mendapatkan nilai lebih.

Sementara itu untuk memenuhi permintaan otoritas karantina setempat, Balai Karantina Pertanian Indonesia akan mengekspor buah manggis melalui dua jalur, baik di Bandara Internasional Soekarno Hatta maupun Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta.

Jurnalis Video: Marifka Wahyu Hidayat
Editor: Zulfikar Epriyadi