TEMPO.CO, Yogyakarta - Fenomena langka gerhana bulan yang terjadi di akhir bulan Januari tahun ini, mendapat perhatian banyak kalangan dan masyarakat luas, terkait hal tersebut komunitas pecinta dunia astronomi, Jogja Astro Club (JAC) mengajak masyarakat untuk dapat melihat gerhana bulan bersama-sama dengan menggunakan alat yang mereka sediakan, seperti Teleskop, Holder yang digunakan untuk memotret bulan, Laser untuk menunjuk posisi keberadaan bulan serta beberapa alat lainnya.

Selain itu, JAC juga akan melakukan live streaming melalui layar proyektor dengan menampilkan gerhana bulan ditempat tempat lain serta simulasi dengan software astronomi. Pengamatan langsung tersebut juga guna memberikan edukasi dan pengalaman yang berbeda dari pada hanya melihat dengan mata telanjang.

Di Yogyakarta sendiri, Gerhana bulan yang disebut juga sebagai fenomena super blue bloodmoon akan dimulai pada pukul 18.48 Wib, dan gerhana total pukul 19.51 Wib, sementara itu puncak gerhana pukul 21.07 Wib hingga selesai gerhana pada pukul 22.11 Wib.

Pada gerhana bulan kali ini, JAC akan melakukan pengamatan di tiga titik yang berbeda di Yogyakarta, Yakni di Alun-alun utara Yogyakarta, Desa Ngloro, Gunungkidul, dan Markas JAC sendiri di Dusun Suropadan, Sleman.

Fenomena super blue bloodmoon sendiri hanya terjadi dan dapat kembali disaksikan dalam siklus 150 tahun sekali. Selain itu, keistimewaan pada tahun ini adalah jarak bulan berada pada jarak terdekat dengan bumi. Tidak hanya itu keunikan gerhana bulan kali ini juga bertepatan pada bulan purnama kedua di Januari ini.

 

Jurnalis Video: Handwahyu
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra