TEMPO.CO, Bandung - Memperingati Hari Primata Nasional, sejumlah aktivis kesejahteraan hewan dan sejumlah seniman melakukan aksi di depan Gedung Sate Bandung, akhir Januari lalu. Dengan mengangkat tema “Air Mata Primata”, isu yang ditekankan adalah masih maraknya topeng monyet di Indonesia. Topeng monyet yang biasa diperankan primata jenis Macaca fascicularis ini, dijadikan sarana hiburan dengan mengeksploitasi satwa liar yang dipaksa hidup di perkotaan.

Aksi ini menampilkan teatrikal terenggutnya kesejahteraan satwa liar dengan topeng monyet. Meskipun belum termasuk hewan dilindungi, eksploitasi terhadap monyet ekor panjang yang dijadikan topeng monyet ini telah melanggar lima aspek animal walfare atau kesejahteraan hewan, terutama di Jawa Barat yang masih banyak dipertontonkan.

Dengan banyaknya populasi, monyet ekor panjang ini sering dianggap hama. Maraknya perburuan dan alih fungsi lahan membuat mereka keluar dari habitatnya. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat lebih peduli dan aktivitas topeng monyet dihilangkan.

Jurnalis Video: Dicky Nawazaki
Editor/Narator: Farah Chaerunniza