Senin, 22 Oktober 2018

TEMPO.CO, Yogyakarta - Menjelang perayaan tahun baru Cina atau Imlek, umat Konghuchu, khususnya di Yogyakarta melakukan tradisi membersihkan patung dewa dan Klenteng Fuk Ling Miau di Gondomanan, Yogyakarta, Jumat siang.

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi tersebut merupakan sarana penyucian hati supaya doa-doa yang dipanjatkan umat saat perayaan Imlek dapat terkabul.

Ritual bersih patung dewa-dewa di Klenteng Fuk Ling Miau sendiri dimulai dengan membersihkan patung dewa tuan rumah klenteng yakni Dewa Bumi atau Hok Ting Cing Sien yang kemudian dilanjutkan dengan membersihkan patung dewa-dewa yang lain.

Pencucian patung dewa sendiri dengan menggunakan sarana berupa air kembang melati, mawar, minyak wangi, serta kayu cendana.

Salah satu umat Konghucu, Sie Siau Hung Meriyanti, mengatakan dirinya merasa senang dan baru kali pertama mengikuti tradisi bersih patung dewa tersebut.

Sementara itu, ketua Klenteng Fuk Ling Miau Gondomanan, Angling Wijaya, mengatakan, tak kurang ada sebanyak 100 patung dibersihkan umat, patung dewa yang berada di altar klenteng sendiri ada 15 patung.

Angling menambahkan, sebelum patung dewa tersebut dibersihkan, semalam para umat bersembayang dan para dewa sudah naik ke surga, serta umat mempersiapkan kedatangan dewa kembali ke bumi setelah perayaan Imlek.

Tahun baru Cina atau Imlek yang jatuh pada tanggal 16 Febuari 2018 mendatang merupakan perayaan besar bagi warga etnis Tionghoa dan memasuki tahun anjing tanah,  yang diharapkan akan dapat membawa berkah bagi umat, diberi kesehatan, rejeki, dan keselamatan, serta bangsa Indonesia akan sejahtera dan terhindar dari segala bencana.?

Jurnalis Video: Hand Wahyu
Editor: Farah Chaerunniza