TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Kantor Kelurahan Pisangan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, di Jalan Legoso terus ramai didatangi keluarga dan kerabat. Mereka ingin mengetahui nasib keluarganya yang ikut dalam rombongan bus yang mengalami kecelakaan maut di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat, Sabtu, 10 Februari 2018.

Selain menunggu informasi dari pihak Kelurahan Pisangan, keluarga korban juga menggelar tahlilan dan doa bersama  agar  evakuasi penumpang dapat berjalan dengan baik dan penumpang yang kritis dapat selamat.

Seorang keluarga korban, Diyah, mengatakan, dirinya datang ke kantor kelurahan guna mengetahui secara pasti kondisi keluarganya yang ikut dalam kegiatan jalan-jalan dari Koperasi Simpan Pinjam Permata Ciputat.

Sebelumnya bus nahas dengan plat nomor F 7959 AA tersebut mengangkut 50 penumpang, dan untuk data terakhir yang diperoleh saat ini korban meninggal tercatat sebanyak 26 orang .

Saat pihak Jasa Raharja dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan mendata dan menyebutkan satu per satu korban yang mengalami luka luka dan meninggal, sejumlah keluarga korban menangis histeris dan bahkan jatuh pingsan saat mengetahui kerabatnya meninggal dalam kecelakaan maut bus tersebut. 

Simak juga: Detik-Detik Underpass Bandara Jebol, Korban Sempat Atur Posisi Kanan Kiri

Dari pihak Jasa Raharja perwakilan Tangerang, Sulaiman mengatakan bagi korban yang meninggal pihaknya akan memberikan santunan sebesar Rp 25 juta, sementara bagi yang mengalami luka-luka akan ditanggung biaya perobatannya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Ciputat Timur Durrahman mengatakan pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan bantuan kepada keluarga korban yang meninggal dengan memudahkan proses pemakaman di Taman Pemakaman Umum Legoso, Ciputat.

Hingga kini pihak keluarga masih terus menunggu informasi konkret mengenai jumlah korban yang selamat dan meninggal dalam kejadian tersebut. 

Jurnalis Video : Marifka Wahyu Hidayat
Editor: Farah Chaerunniza