TEMPO.CO, Pekanbaru - Kepolisian Daerah Riau menyelidiki 13 kasus kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah wilayah Riau. Luas lahan terbakar yang saat ini ditangani kepolisian mencapai 223 hektare. Polisi menduga adanya unsur kesengajaan membakar lahan untuk kawasan perkebunan. Namun belum ada tersangka atas peristiwa itu.

Musim panas yang melanda wilayah pesisir Riau memicu terjadinya kebakaran lahan gambut di sejumlah wilayah Riau. Kebakaran lahan terparah terjadi di Kepulauan Meranti mencapai 135 hektare. Hingga kini, sejumlah regu pemadam yang terdiri dari Manggala Agni, kepolisian dan TNI masih terus berupaya memadamkan api. Luasnya lahan yang terbakar disertai sulitnya menempuh titik api membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman lewat darat. Petugas terpaksa mengerahkan satu unit helikopter waterbombing untuk pemadaman lewat udara.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau memantau peningkatan jumlah titik panas (hotspot) Sejak Januari 2018. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran hutan dan lahan selama tiga bulan ke depan. Total luas lahan terbakar hingga kini mencapai 663 hektare. Sedangkan 50 hektare lainnya terpantau di atas lahan korporasi di Kepulauan Meranti.

Jurnalis Video: Riyan Nofitra
Editor: Zulfikar Epriyadi