TEMPO.CO, Pekanbaru - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru masih memantau kemunculan 12 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau. Kebakaran lahan lebih dominan terjadi di wilayah pesisir. Kebanyakan lahan yang terbakar berada di atas lahan gambut dalam yang dikhawatirkan menimbulkan kabut asap. 

Titik panas terpantau di wilayah Bengkalis sebanyak tujuh titik, Dumai tiga titik dan Siak dua titik panas. Kebakaran lahan gambut di wilayah Riau sudah terjadi sejak dua pekan lamanya.

Kabut asap sisa kebakaran lahan di pesisir diyakini tidak akan menggangu kwalitas udara negara jiran Malaysia dan Singapura. Tiupan angin yang bergerak dari utara menuju selatan justru membawa kabut asap ke wilayah Riau bagian selatan. Namun sejauh ini BMKG memantau tidak terjadi gangguan kabut asap di wilayah Riau karena dapat diantisipasi dengan cepat oleh Satgas pemadam di sejumlah wilayah. 

Musim panas yang melanda wilayah Riau bagian pesisir memicu kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau memantau peningkatan jumlah titik panas (hotspot) sejak Januari 2018. Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan selama tiga bulan ke depan. Total luas lahan terbakar hingga kini mencapai 663 hektare. 

 

Jurnalis Video: Riyan Nofitra
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra