Jumlah Badak Jawa di dalam Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon meningkat sebanyak sepuluh ekor dalam jangka waktu empat tahun terakhir. Berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan pihak Balai Taman Nasional Ujung Kulon, hingga akhir tahun 2017,  Jumlah badak bercula satu tersebut sebanyak 67 ekor. Empat tahun lalu jumlah Badak Jawa di TNUK 57 ekor.

 

Monitoring dengan mengunakan kamera trap, merupakan cara yang dilakukan pihak balai TNUK untuk memantau populasi hewan bernama latin rhinocerus javanicus tersebut. Pemasangan video trap dilakukan di tahun 2011, angka populasi Badak Jawa yang terekam terus meningkat. Hasil pemantauan lapangan oleh tim monitoring melaui kamera trap tahun 2017, tidak ditemukan adanya kematian Badak Jawa.

 

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementrian Lingkungan Hidup Kehutanan, Bambang Dahono Adji menegaskan ada kelahiran 10 ekor Badak Jawa dalam 4 tahun terakhir.

 

Untuk memantau keberadaan Badak Jawa di Taman Nasional Ujung Kulon, pihak taman nasional memasang sekitar seratus kamera trap di semenanjung Ujung Kulon yang merupakan habitat Badak Jawa.

 

Jurnalis video: Darma Wijaya

Editor/Narator: Zulfikar Epriyadi