Pembuat novel Dilan 1990 sekaligus co director film Dilan 1990 Pidi Baiq bersama sang sutradara Fajar Bustomi, didaulat para penggemar dan filatelis untuk mengupas tokoh Dilan saat peluncuran prangko Dilan 1990 di Graha Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

 

Dengan gaya penuturan kocak yang khas, Pidi menjelaskan sosok Dilan di depan penggemar lintas generasi yang sangat antusias mencecarnya dengan beragam pertanyaan. Uniknya, di atas panggung ada seorang penterjemah yang menggunakan bahasa isyarat untuk penggemar tuna rungu. Pidi mengemukakan pro kontra sosok Dilan baik dalam film maupun di novelnya.

 

Dalam sesi interaksi yang hangat antara Pidi dan penggemarnya mengemuka tentang lanjutan film Dilan 1990. Pidi dan Fajar mengisyaratkan bakal ada lanjutan film berdasarkan novel berikutnya yaitu Dilan 1991. Bahkan sempat terlontar ide Dilan animasi setelah PT Pos Indonesia menerapkan teknologi augmented reality pada prangko Dilan. Usai sesi bincang santai Pidi melayani sesi penandatanganan mini sheet prangko Dilan termasuk mereka yang membeli novelnya.

 

Jurnalis video: Prima Mulia

Editor/Narator: Ryan Maulana