Rabu, 26 September 2018

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerima prototipe becak listrik dari politikus Partai Amanat Nasional Hanafi Rais. Hanafi memberikan becak itu untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai percontohan sebagai respons terhadap rencana Anies membolehkan becak kembali beroperasi di wilayah tertentu di ibu kota.

Anies menyampaikan terima kasihnya kepada Hanafi atas pemberian itu. Menurut dia, pemberian itu adalah bentuk pemahaman Hanafi atas kondisi di Jakarta.

Anies menyampaikan, prototipe becak listrik dari Hanafi ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan becak di Jakarta. Alasannya, becak ini menggunakan tenaga listrik dan tidak mengeksploitasi tenaga manusia. Becak listrik ini juga diklaim ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara dan suara.

Selain itu, Anies memuji desain prototipe becak listrik itu yang dibuat masih sama dengan bentuk becak pada umumnya. Prototipe becak listrik ini memakai dinamo hub 1000 watt 48 volt, menggunakan daya listrik sebesar 100 watt, dan membutuhkan waktu pengisian daya (charging) selama tiga jam. Becak ini diklaim mampu mengangkut beban hingga 250 kilogram.

Sekali pengisian daya, becak listrik ini mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dengan kecepatan maksimal 25 km/jam. Becak juga dilengkapi dengan rem cakram hidrolik di setang sebelah kiri, indikator penunjuk daya, klakson, dan tombol lampu.

Namun, selain menggunakan tenaga listrik becak ini juga dapat dijalankan dengan tenaga manusia alias digowes.

Sebelum menyerahkan kepada Anies, Hanafi mengendarai becak listrik itu memutari bundaran Patung Kuda sambil mengangkut beberapa pengunjung car free day sebagai penumpang secara bergantian. Sejumlah orang pun tampak antusias naik becak tersebut, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

 

Jurnalis Video: Budiarti Utami Putri
Editor/Narator: Ridian Eka Saputra