TEMPo.CO, Jakarta - Proyek LRT sedang dikebut pekerjaannya, teknologi konstruksipun digunakan untuk proyek ini. Tujuannya, agar proyek ini lebih cepat selesai dan bisa segera di gunakan untuk masyarakat. Salah satu teknologi yang digunakan adalah teknologi u-shape girder, teknologi ini diklaim digunakan pertama kali di Indonesia. Menurut General Manager Departemen LRT, Agus Karianto, penggunaan u-shape girder lebih efisien dibandingkan dengan yang lainnya. Selain itu, u-shape girder diklaim lebih cocok untuk di perkotaan karena tidak memerlukan pondasi yang besar untuk tiang pancang dan mampu bertahan ketika gempa hingga 8 SR.

U-shape girder atau lintasan untuk LRT Jakarta diproduksi di dua pabrik, yaitu pabrik Sentul, Bogor dan pabrik Pancoran, Jakarta. Tempo berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan u-shape girder di pancoran.

U-shape girder yang diproduksi untuk proyek LRT memiliki panjang 30 meter, lebar 4,6 hingga 5,6 meter dan memiliki berat 150 ton. Pabrik u-shape girder di Pancoran memproduksi 25% dari 2800 u-shape girder yang diperlukan dalam proyek LRT.

Pabrik ini dalam sehari bisa memproduksi tiga unit u-shape girder. Proses pengerjaan hingga bisa dikirim ke lokasi proyek LRT memakan waktu tujuh hari.

Untuk pabrik Sentul, u-shape girder yang akan dikirim ke Jakarta akan dikirim menggunakan mobil besar yang memiliki 128 roda dan dikawal oleh kepolisian. Pengawalan dimaksudkan agar pengendara lainnya tidak terlibat kecelakaan dengan mobil pengangkut.

Pengiriman hanya bisa dilakukan pada malam hari, pukul 23:00 hingga pukul 4 dini hari. Saat tiba di lokasi proyek, ketelitian dan keamaan pekerja sangat penting. Sebelum mulai menaikkan u-shape girder pekerja akan terlebih dahulu melakukan test alkohol, jika lolos maka mereka sudah bisa memulai pekerjaan mereka.

Ada 2 cara memasang u-shape girder, yang pertama adalah menggunakan 2 buah crane dan yang kedua adalah menggunakan launcher. Crane digunakan ketika lokasi memungkinkan untuk dilakukan rekayasa lalu lintas.

Rencananya, proyek LRT tahap satu sepanjang 44 kilometer akan selesai pada tahun 2019 mendatang. LRT akan memiliki 6 gerbong dengan kapasitas 800 penumpang. Nantinya waktu tunggu LRT akan 3 menit di tiap stasiun.

 

 

Jurnalis Video/Editor: Ridian Eka Saputra