Pada akhirnya lebih dari 10 orang penyandang disabilitas harus menyerah pada kondisi trotoar yang sangat tidak ramah bagi mereka saat menyusuri Trotoar kota di program Bandung Barrier Free Tourism. Masuk Jalan Cikapayang kondisi semakin semerawut. Halte bus berdiri diatas trotoar, memaksa mereka yang berkursi roda atau tuna netra turun ke jalan raya dan berbagi ruang dengan mobil atau sepeda motor yang melaju kencang.

Menurut sejumlah penyandang disabilitas, pemerintah tak pernah melibatkan difabel kala merencanakan dan merancang pembuatan trotoar atau fasiltas publik yang ramah bagi semua kalangan tanpa kecuali.

Menurut Maldy dari komunitas Pok Pek Prak! Bandung Barrier Free Tourism rencananya akan dilaksanakan sebulan sekali dengan bekerja sama bersama Bilic untuk memberi awareness pada masyarakat umum agar mereka bisa melihat betapa fasilitas publik belum berpihak sepenuhnya pada difabel. Sedangkan warga Penyandang disabilitas Cucu Saidah berharap mereka bisa dilibatkan dalam setiap rencana pembangunan akses publik agar bisa digunakan oleh semua kalangan.

Jurnalis Video : Prima Mulia

Editor/Narator : Dwi Oktaviane

Musik Ilustrasi : Believer - Silent Partner _ YouTube Audio Library