Rabu, 12 Desember 2018

Sekitar 1.000 wisatawan di Pulau Lombok telantar di bandara setempat ketika berusaha meninggalkan wilayah itu seusai gempa Lombok berkekuatan 7,0 skala Richter melanda pada Ahad, yang memicu peringatan tsunami.

Tak bisa segera meninggalkan pulau itu, beberapa wisatawan menginap di aula Bandara Internasional Lombok selama 24 jam. Mereka tidak bisa melakukan apa-apa selain menunggu di aula bandara.

Seorang wisatawan asal Australia mengungkapkan telah memesan tiket untuk penerbangan transit karena tidak ada penerbangan langsung.

"Saya sudah berhasil memesan tiket pesawat dari Lombok ke Surabaya," katanya.

Di antara para turis yang telantar di bandara, sekitar 100 orang dari Cina. Salah satu turis mengatakan perjalanannya berantakan akibat gempa.

Dia berhasil membeli tiket setelah mencari informasi penerbangan. Sepanjang malam dia tidak bisa tidur.

Video/Narasi: China Central Television (CCTV)/Reuters
Editor: Ngarto Februana