TEMPO.CO, Yogyakarta: Di tengah hamparan padi yang menghijau, nampak pola simetris lingkaran besar yang ditemukan di Dusun Rejosari, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta, pada 24 Januari 2011 lalu yang sempat menghebohkan, disebut-sebut bukanlah jejak unidentification flying objek atau UFO melainkan bikinan manusia. Meski warga datang berbodong-bondong untuk menyaksikan misteri ini, dan puas melihatnya dari kejauhan dari atas bukit.Membandingkan dengan pola geometris di luar negeri, bentuk crop circle di Sleman agak luar biasa, termasuk kompleks dengan ukuran sekitar 60 x 70 meter. Jejak UFo di Sleman itu, menjadi perbincangan banyak orang. Mereka membahas posisi bentuk geometris yang tampak pas sesuai arah mata angin. Empat lingkaran di dalam sebuah lingkaran besar, biasa disebut sebagai tetrat di kalangan peminat UFO. Para ahli mengaitkannya dengan bumi, udara, air, dan api. Di luar negeri pun, sejauh ini masih menjadi misteri walau crop circle mulai muncul pada era 70-an di Inggris.Pemilik sawah Rozi, mengetahui keanehan ini pada pukul 07.00 WIB ketika dia dan keluarganya akan menyemprot padi. Saat itulah dia mendapati padi di sawahnya membentuk lingkaran, tak ada ujung pangkalnya. Karena rasa penasaran, dia menaiki bukit. Benar saja, dari bukit itu, Rozi menyaksikan gambaran yang tak biasa di areal sawah dengan luas 60 meter persegi itu.DWI OKTAVIANE