TEMPO.CO, Jakarta : Selama ini pesantren hanya dikenal sebagai lingkungan santri menggali nilai agama. Padahal, di balik aktivitas pendalaman aspek religi, institusi ini menjadi wadah persemaian khasanah kesusastraan. Dari sana, lahirlah sejumlah sastrawan seperti Kyai Haji Mustafa Bisri, Zawawi Imron atau Ahmad Thohari. Fenomena itu juga hadir di seminari atau biara. Sejumlah satrawan besar lahir dari tempat ini. Sebut saja, Romo Mangunwijaya atau Remmy Silado. Inilah realitas yang membuktikan betapa kuatnya persinggungan kaum beragama dengan produk budaya bernama sastra.Agama dan sastra. Benarkah kedua wilayah ini berkembang seiring sejalan dan saling mempengaruhi? Faktor apa yang mendorong kuatnya persentuhan sastra dan lembaga beragama seperti pesantren dan seminari? Sejauh mana karya-karya sastrawan Tuhan ini mempengaruhi warna sastra Indonesia? Saksikan selengkapnya program Cover Tempo hanya di Aora TV saluran 068, setiap hari Selasa pukul 22.00 WIB.