Jumat, 14 Desember 2018

Suasana di sebuah kamp pengungsi di Irak utara, Jumat, 5 Oktober 2018, menyambut Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan kepada aktivis Yazidi, Nadia Murad. Murad adalah satu dari sekitar 7.000 wanita dan gadis yang ditangkap di Irak barat laut pada Agustus 2014 dan ditahan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Mosul, tempat dia disiksa dan diperkosa. Dia melarikan diri setelah tiga bulan dan mencapai Jerman, tempat dia mulai berkampanye untuk rakyatnya.

Dia telah naik ke panggung dunia guna memohon dukungan untuk Yazidi kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015 dan pemerintah secara global, yang membuatnya diangkat sebagai Duta Besar PBB.

Video: Reuters

Editor: Dwi Oktaviane