Rabu, 12 Desember 2018

Pada Hari AIDS Sedunia 2018, yang diperingati setiap 1 Desember, UNAIDS mengatakan bahwa mereka memfokuskan pada tes HIV. Laporan baru menunjukkan bahwa upaya pengujian dan pengobatan yang ditingkatkan mencapai lebih banyak orang yang hidup dengan HIV.

Laporan itu mengatakan bahwa tiga perempat dari orang yang hidup dengan HIV tahu status HIV mereka pada tahun 2017, dibandingkan dengan hanya dua pertiga pada 2015. Sekitar 21,7 juta orang yang hidup dengan HIV, atau 59 persen, memiliki akses ke terapi antiretroviral, naik dari 17,2 juta pada tahun 2015.

Thobani Ncapai, warga Khayelitsha, Cape Town, Afrika Selatan, menyadari dirinya positif HIV pada tahun 1997. Saat itu dia tidak memiliki informasi tentang HIV. Dia mengatakan sebagian besar pria di komunitasnya tidak ingin melakukan tes HIV.

Pada tahun 2001, dia kehilangan banyak berat badan dan merasa sakit. Ia menjadi orang pertama di kampung halamannya untuk memulai pengobatan HIV.

Ncapai merasakan harapan dan sekarang terasa seperti orang lain. Tidak hanya dia melihat putranya tumbuh besar tetapi dia juga memiliki bayi perempuan.

HIV dapat dicegah dan jika tidak diobati dapat menyebabkan AIDS. Setelah seseorang mengetahui statusnya, jika itu positif maka pengobatan antiretroviral dapat segera dimulai.

Ncapai mengatakan dia khawatir bahwa tidak cukup pria dan orang muda yang tahu status HIV mereka.

UNAIDS mengatakan adalah satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah Anda mengidap HIV. Jika Anda berpikir Anda mungkin berisiko tertular HIV, penting untuk mengetahui status HIV Anda dan memulai pengobatan sesegera mungkin jika hasilnya positif.

Video/Narasi: UNAIDS
Editor: Farah Chaerunniza