TEMPO.CO, Bali : Sembilan wartawan asal Hong Kong tidak lagi bisa meliput beberapa acara di KTT APEC 2013 di Nusa Dua, Bali. Hal ini terjadi setelah Panitia Nasional mematikan radio frekuensi dari kartu identitas para wartawan itu. Aksi ini dilakukan setelah sejumlah wartawan ini meneriakkan sejumlah pertanyaan ke hadapan Presiden Filipina Benigno Aquino.Insiden itu terjadi pada minggu 6 Oktober 2013, sekitar pukul 14.00 Wita. Ada sekelompok wartawan Hong Kong yang mengekspresikan sikap kekecewaannya dengan bertanya secara tidak lazim. Akibat dari kejadian ini, hanya frekuensi radio dari kartu identitasnya (RFID) dimatikan, sehingga yang bersangkutan tidak dapat masuk di tempat-tempat yang memerlukan kartu ID. courtesy : youtubeDWI OKTAVIANE