Tempo datang ke Desa Aik Berik pada akhir November lalu. Tepat saat para petani Aik Berik menyambut musim panen durian, manggis, juga pisang. Kawasan hutan di kaki Gunung Rinjani perlahan berubah akibat adanya perambahan dan pembalakan hutan. Upaya reboisasi tak menunjukkan hasil. Sebelum mendapatkan hak kelola, warga sekitar hutan menjadi miskin karena tidak bisa masuk kawasan. Hal itu memicu hadirnya konflik. Karena tuntutan ekonomi dan kelangkaan lahan, penduduk tetap memandang gawahbahasa lokal untuk menyebut hutansebagai sumber kehidupan . Kemudian muncul gagasan bagaimana melibatkan warga untuk menjaga kelestarian hutan. Warga bersedia membantu pemulihan hutan, dengan syarat memperoleh hak pengelolaan hutan.

 

Reporter : Aisha S
Fotografer : Nurdiansah
Editor: Zulfikar Epriyadi
Backsound: Youtube Free Copyright


  • NTB