Warga Desa Burno dulu tak pernah menyangka mereka bisa jauh lebih sejahtera dengan melestarikan hutan kehidupan. Menjelang dan beberapa tahun pascareformasi, sebagian besar penduduk desa di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, itu hidup dari hasil pembalakan hutan. Setiap hari ratusan orang membabat pepohonan di hutan lindung di sekitar desa mereka untuk dijual kayunya ke para cukong.

Kini kondisi telah berbalik 180 derajat. Warga desa dengan sukarela menjaga dan melestarikan hutan di sekitar kampungnya. Mereka ikut menanam pohon dan memanfaatkan 940 hektare hutan yang dikelola Perhutani itu menjadi pusat pertanian tumpang sari. Berbagai macam tanaman (rumput gajah, jagung, pisang, kaliandra, kapulaga, hingga kopi) mereka tanam di antara tegakan pohon pokok hutan.

Sebanyak 700 warga yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wono Lestari juga memanfaatkan hasil tumpang sari itu untuk beternak sapi perah, kambing etawa, tawon madu, hingga membuat keripik pisang.

Reporter: Avit Hidayat
Videographer: Aris Novia Hidayat
Editor: Ryan Maulana