Sepanjang 2018, terjadi sejumlah kasus penembakan massal di beberapa kota di Amerika Serikat. Pada 14 Maret, penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas, Florida, Chicago,14 Maret, menewaskan 17 siswa. Beberapa hari kemudian, untuk memperingati tragedi ini, siswa-siswi di Sekolah Menengah Atas Lane Technical Prep melakukan long march.
Penembakan di media Capital Gazette, di 888 Bestgate Road di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat, Jumat, 29 Juni 2018. Seorang pria bersenjatakan granat asap dan senapan shotgun menyerang salah satu surat kabar Capital Gazette di ibukota Maryland, Amerika Serikat, menewaskan empat wartawan dan seorang staf sebelum polisi menyerbu gedung dan menangkapnya.

Polisi mengidentifikasi pelaku bernama Jarrod W. Ramos, 38 tahun, melepaskan tembakan di ruang redaksi Capital Gazette di Annapolis, Maryland. Ramos menembak lima orang hingga tewas dan melukai yang lain.

Serentetan penembakan terjadi di Kota Chicago, 3 dan 5 Agustus, menewaskan 12 orang dan puluhan lainnya terluka.

Masih di bulan Agustus, tanggal 11, penembakan massal terjadi di Thousand Oaks, California, menewaskan 13 orang termasuk pelaku saat acara musik di sebuah bar.
Syok, perih, dan bingung dirasakan warga dari sebuah komunitas di Pittsburgh setelah seorang pria melakukan penembakan yang menewaskan 10 orang, Sabtu, 27 Oktober, di dalam Sinagoge Pohon Kehidupan di Pittsburgh, Amerika Serikat. Polisi telah mengidentifikasi pelaku penembakan di Sinagoge tersebut, yakni Robert Bowers, seorang pria berusia 46 tahun yang disebut berpandangan anti-Yahudi.

Pada 19 November, pria bersenjata menembak seorang dokter hingga tewas di luar rumah sakit Chicago.

Video: Anadolu Agency, China Central Television, Reuters
Editor: Ngarto Februana