AS Tarik Pasukan dari Suriah, Kontrol Milisi Kurdi Menurun

Selasa, 1 Januari 2019 08:00 WIB


Kontrol milisi Kurdi di Kota Manbij di Suriah utara menurun, setelah Amerika Serikat memutuskan untuk menarik pasukannya keluar dari wilayah tersebut baru-baru ini.

Akhir 2015, koalisi pimpinan-AS mulai menawarkan senjata milisi Kurdi untuk berperang melawan kelompok ekstremis. Dengan demikian, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) yang didukung AS terus memperluas kontrolnya di kawasan ini. Pasukan Demokrat Suriah (SDF) didirikan pada Oktober 2015.

Meskipun SDF menekankan bahwa mereka bukan milisi Kurdi, seorang komandan Amerika menunjukkan bahwa SDF dikembangkan dari YPG.
Pada paruh kedua 2017, SDF mengambil alih Raqqah yang merupakan ibu kota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan Ter Zor di bawah dukungan Amerika Serikat. Mereka telah membasmi organisasi-organisasi ekstremis yang bermukim di wilayah timur Sungai Efrat, dan menentang penyeberangan sungai pasukan pemerintah Suriah.

Saat ini, sebagian besar daerah yang sebenarnya dikendalikan oleh milisi Kurdi adalah daerah terpencil, yang mengambil 28 persen dari wilayah nasional Suriah. Milisi adalah kekuatan terbesar kedua, setelah pasukan pemerintah Suriah.

Setelah AS mengumumkan untuk menarik pasukannya, Manbij menjadi sasaran bagi semua pasukan militer. Dalam menghadapi pengambilalihan kota oleh pasukan pemerintah Suriah dan serangan militer oleh pasukan oposisi Suriah atau pasukan eksternal, tampaknya tak terhindarkan bahwa kontrol milisi Kurdi akan menyusut di wilayah tersebut.

Video/Narasi: China Central Television (CCTV)
Editor: Ngarto Februana