Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY menarik semua kadernya yang "berdinas" di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk kembali ke kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat. Demikian bunyi instruksi yang awalnya beredar melalui aplikasi perpesanan.  

Dalam instruksi itu SBY menilai perkembangan situasi politik saat ini menunjukkan ketegangan dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsudin membenarkan adanya instruksi itu. "Sebagaimana instruksi-instruksi beliau, itu kan disuruh ke WP 41, itu memang gedung tempat kami berkumpul untuk konsolidasi di sana," kata Amir kepada Tempo, Kamis malam, 18 April 2019.

Amir Syamsudin juga merespons adanya pihak yang mengungkapkan hasil real count Pilpres 2019. Menurut Amir, secara konstitusi, hanya KPU yang berwenang menetapkan pemenang berdasarkan hasil real count.

"Maka Demokrat menganggap bahwa tidak boleh ada langkah-langkah yang bertentangan dengan konstitusi dan UU itu," ucap dia.

Foto: Foto: TEMPO/Fakhri Hermansyah, Fransisca CR, Budiarti Utami Putri, Ahmad Faiz, Amston Probel, Subekti
Reporter: Budiarti Utami Putri
Editor: Ngarto Februana