TEMPO.CO, Jakarta: Berawal dari kecintaan terhadap batik, membuat Aryani Tina Sitio bersama kakak dan saudaranya memulai mempelajari pembuatan batik tulis maupun cap. Memanfaatkan pekarangan rumah di jalan Terogong III Cilandak Barat, Jakarta Selatan, mereka serius menekuni batik sejak Agustus 2012.Sejak dulu daerah Terogong sudah terkenal dengan warganya yang berprofesi sebagai pembatik. Mereka mengambil kain dari pedagang Cina lalu digarap dirumahnya masing-masing. Cerita tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi sanggar batik Terogong menghidupkan lagi batik Betawi didaerah tersebut.Batik Terogong memiliki motif dan warna yang berbeda dengan batik umumnya. warna-warna cerah seperti merah, kuning maupun biru dengan gambar ondel-ondel, monas, tugu dan bangunan, menjadikan ciri khas dari batik Betawi ini.Di bawah sanggar batik betawi Terogong yang mula-mula dikerjakan sendiri selepas pulang kerja, kini mereka mempekerjakan 14 karyawan yang berasal dari warga sekitar. Dan mampu memproduksi batik cap sebanyak 30 kain per hari serta batik tulis 1 kain perhari.Videografer & Editor : Denny SugihartoNarator : Anisa Luciana