Otoritas Cina menerbitkan perintah agar restoran halal di negara itu mencopot tulisan logo halal dan tulisan Arab atau simbol terkait Islam di papan nama restoran mereka. 

Seperti dilaporkan Reuters, pihak berwenang Cina juga meminta mereka mencopot gambar bulan sabit dan kata halal yang ditulis dalam bahasa Arab. Salah satu manajer sebuah kedai mi di ibu kota Beijing telah diminta petugas dari otoritas Cina agar menutup logo kalimat halal di tokonya. 

Sementara itu, Wakil Rois Syuriyah PCINU Tiongkok, Fahmi Rizanul Amrullah, melalui pesan WhatsApp, mengatakan bahwa dirinya mendatangi pusat-pusat makanan halal di Beijing pada Rabu malam, 31 Juli. Ia menyebut beberapa restoran masih memakai logo halal dalam tulisan Arab, di antaranya di daerah Sanlitun Chaoyang Distrik dan Western Mahua Beijing, yang merupakan warung cepat saji yang memiliki cabang di seluruh Cina dan buka 24 jam.

Menurut Fahmi, sejak dia datang ke Beijing pada 2015, simbol "Qingzhen" dan "Halal", yang maksudnya sama, dua-duanya biasa dipakai di warung-warung muslim atau di produk makanan kemasan. Warga di sana lebih familier dengan istilah qingzhen.

Stok Footages: CCTVPlus
Foto: Reuters, Fahmi Rizanul Amrullah
Sumber Narasi: Suci Sekarwati (Tempo.co/Reuters)
Editor: Ngarto Februana