Alana Cutland, seorang mahasiswi Inggris berusia 19 tahun meninggal pekan lalu setelah memaksa membuka pintu pesawat ringan di tengah penerbangan di Madagaskar dan "sengaja jatuh," menurut polisi setempat.

Mahasiswi jurusan biologi itu seharusnya enam pekan berada di Madagaskar di Afrika untuk magang penelitian mengenai kepiting yang terancam punah.

Menurut polisi kepada The Telegraph, kontak telepon dengan orang tuanya mengindikasikan bahwa Alana mengalami masalah psikologis yang sangat sulit. 

Beberapa menit setelah lepas landas, Cutland dilaporkan melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu pesawat ringan Cessna. Pilot dan penumpang lain berusaha mencegahnya dengan memegangi kakinya namun gagal karena kehabisan tenaga.

Laporan berspekulasi bahwa insiden itu dapat dikaitkan dengan tablet anti-malaria yang diminum Alana Cutland. Doxycycline dan Lariam ditemukan di kopernya, menurut The Telegraph. Lariam, yang diminum untuk mencegah malaria, sebelumnya telah dikaitkan dengan masalah kesehatan mental dan beberapa kasus percobaan bunuh diri.

Keluarga Alana mengatakan antimalaria itu dibawa Alana tahun lalu ketika ke Cina.

Video/Narasi: Travel and Leasure