Pengenalan wajah hanya berfungsi jika jenis kelamin seseorang jelas, pria atau wanita. Software pengenalan wajah juga tidak dapat menentukan orang trans dan non-biner, studi menemukan. Para peneliti mengirim 2.450 foto Instagram ke empat perusahaan besar pengenal wajah.

Perangkat lunak pengenalan wajah salah mengelompokkan wanita cisgender 2 persen. Para ahli juga menemukan bahwa pengenalan wajah salah mengklasifikasi trans pria 38 persen.

Sekelompok peneliti dari University of Colorado Boulder menguji empat penyedia perangkat lunak pengenalan wajah terbesar yang tersedia secara komersial untuk kemungkinan ras dan bias gender.

Sumber Video: University of Colorado Boulder
Sumber Narasi: Dailymail
Editor: Ngarto Februana