Lebih dari 25 ribu orang mengikuti layanan "pemakaman hidup" massal atau simulasi kematian di Hyowon Healing Center, Korea Selatan, untuk mempersiapkan kematian. Jumlah itu dihitung sejak layanan tersebut dibuka pada tahun 2012. 

Mereka berharap untuk meningkatkan kehidupan dengan mensimulasikan kematian mereka. Lusinan orang dari remaja hingga pensiunan mengenakan kafan dan berpura-pura mati di dalam peti mati di pusat kota Seoul.

Seorang mahasiswa berusia 28 tahun, Choi Jin-kyu, adalah salah satunya. Dalam masyarakat yang sangat kompetitif, Choi, yang memutuskan untuk memulai perusahaannya sendiri setelah ia lulus daripada mendapatkan pekerjaan seperti banyak orang lain, mengatakan pengalaman itu bisa bersifat katarsis.

Hyowon, perusahaan pemakaman, menawarkan program pemakaman hidup itu gratis. Tujuannya untuk membantu orang menghargai hidup mereka, dan mencari pengampunan serta untuk rekonsiliasi dengan keluarga dan teman, kata Jeong Yong-mun, yang mengepalai Pusat Penyembuhan Hyowon.

Video/Narasi: Reuters
Editor: Ngarto Februana