TEMPO.CO, Bandung : Dalam aksi peringati Hari Pers Internasional, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandung menyampaikan beberapa tuntutan mereka terkait kinerja jurnalis. Salah satunya mereka mengecam dan menolak amplop serta suap terkait dengan kerja jurnalistik di lapangan. AJI Bandung mengimbau kepada para pembuat kebijakan, lembaga, dan instansi pemerintahan untuk berhenti memberikan amplop atau suap kepada wartawan. Ketua AJI Bandung Adi Marsiela menjelaskan pemberian amplop pada wartawan itu akan membuat wartawan tidak profesional. Media atau jurnalis harusnya netral, berdiri di semua kepentingan etnis, suku, agama, ras, atau golongan apapun.AJI Bandung juga mengetuk hati nurani semua pihak untuk menjunjung tinggi hak kebebasan pers demi kepentingan publik. Adi menambahkan pada tahun politik ini media massa agar bersikap netral tidak menggunakan frekuensi publik untuk kepentingan parpol dan penguasa. Memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia pada 3 Mei, AJI di 37 kota di Indonesia melakukan aksi damai salah satunya di pelataran Gedung Sate, Bandung. Aksi ini diramaikan dengan pertunjukan pantomim, pembacaan puisi dan nyanyian. Dalam aksinya, mereka juga mendesak aparat untuk serius mengungkap pembunuhan jurnalis Bernas Yogyakarta, Fuad Muhammad Syarifuddin alias Udin.Videographer : DICKY ZULFIKAR NAWAZAKIEditor : DWI OKTAVIANE