Sebuah prosesi pemakaman besar-besaran dengan ribuan orang berpakaian hitam berbaris di jalan-jalan di kota kelahiran Qassem Soleimani, Kerman, di Iran, Sabtu.

Qassem Soleimani, komandan pasukan Pengawal Revolusi Iran, tewas pada Jumat oleh serangan pesawat tak berawak Amerika Serika, di bandara Baghdad, Irak. Serangan udara itu juga meenwaskan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil pemimpin Pasukan Mobilisasi Populer Irak.

Rakyat Iran marah dengan berdemonstrasi di jalan-jalan di Teheran dan membakar bendera AS. Massa juga meneriakkan slogan "Kematian bagi Amerika" dan mengangkat poster komandan yang tewas.

Pemimpin Iran Khamenei menyatakan jihad perlawanan akan berlanjut. Sementara itu, pemimpin kelompok Hizbullah Libanon yang didukung Teheran Hassan Nasrallah mengumumkan: "Kami akan membawa bendera di semua medan perang dan semua lini dan kami akan meningkatkan kemenangan dari poros perlawanan dengan berkah darah murni."

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami juga memberikan penghormatan kepada Soleimani, bersumpah: "Pembalasan dendam akan diambil untuk pembunuhan Soleimani yang tidak adil."

Pengamat menyebut tewasnya Qassem Soleimani bisa membawa Iran dan Amerika Serikat ke jurang perang habis-habisan.

Video/Stock Footages: FARS via Dailymail, Anadolu Agency via Reuters, Dailymail
Narasi: Dailymail
Editor: Ngarto Februana