Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur, Cina barat laut, Senin, membantah beberapa laporan media Barat yang dinilai bias tentang pengelolaan sekolah dan pendidikan di wilayah itu. Sebuah artikel New York Times baru-baru ini dinilai menuduh pemerintah daerah Xinjiang memisahkan anak-anak dari keluarga mereka dengan mendaftarkan mereka di sekolah asrama.

Menurut pemda, banyak siswa tinggal di daerah terpencil, dan siswa yang belajar di sekolah berasrama sangat membantu studi mereka. Juru bicara itu mengatakan pemerintah sangat menghargai pendidikan, dan hampir semua anak usia sekolah terdaftar di sekolah dasar. Pendidikan di Xinjiang gratis 15 tahun untuk semua anak, dari TK hingga SMA.

Video: China Central Television (CCTVPlus)/CGTN
Editor: Ngarto Februana